Langkah Nyata Mitigasi Bencana, Mahasiswa KKN UNDIP Petakan Wilayah Rawan Bencana Gempa Bumi dan Banjir Di Desa Gesikan

Avatar photo
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 102 Tahun 2026 menyerahkan peta rawan bencana gempa bumi kepada Kepala Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sebagai upaya mendukung mitigasi bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat desa (06/02/2026).

NASIONALISME.NET, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 102 Tahun 2026 menyusun peta rawan bencana gempa bumi dan banjir di Desa Gesikan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Jum’at (06/02/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa terhadap potensi bencana alam.

Kegiatan pemetaan kebencanaan ini diinisiasi oleh Redy Juniar Ganefri, mahasiswa Universitas Diponegoro Program Studi Teknik Geodesi, dalam rangka pelaksanaan KKN. Program ini bertujuan untuk menyediakan informasi spasial kebencanaan yang terstruktur dan mudah dipahami, khususnya terkait tingkat kerawanan bencana gempa bumi, banjir, serta jalur dan titik kumpul evakuasi di Desa Gesikan.

Dalam pelaksanaannya, Redy Juniar Ganefri berkolaborasi dengan Arvisha Putri Az-zahra, mahasiswa Universitas Diponegoro Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP). Kolaborasi lintas keilmuan ini memungkinkan penyusunan peta kebencanaan yang tidak hanya akurat secara teknis geospasial, tetapi juga relevan untuk perencanaan tata ruang dan penanggulangan bencana di tingkat desa.

Pemetaan kebencanaan tersebut mencakup penyusunan Peta Rawan Bencana Gempa Bumi, Peta Rawan Bencana Banjir, serta jalur dan titik kumpul evakuasi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah Desa Gesikan. Peta disusun dalam skala 1:20.000 dan dilengkapi dengan informasi jaringan jalan, batas administrasi, perairan, serta jalur evakuasi bencana.

Kepala Desa menjelaskan bahwa Desa Gesikan memiliki potensi kerawanan bencana akibat kondisi geografis dan hidrologi wilayah. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan yang akurat agar masyarakat dapat mengetahui zona rawan serta jalur evakuasi yang aman saat terjadi bencana. “Peta ini diharapkan dapat menjadi panduan awal bagi warga dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Proses penyusunan peta dilakukan melalui survei lapangan, pengumpulan dan pengolahan citra satelit, serta analisis tingkat kerawanan bencana. Berdasarkan hasil analisis tersebut, wilayah Desa Gesikan diklasifikasikan ke dalam beberapa tingkat kerawanan gempa bumi, yaitu tinggi, sedang, dan rendah, serta zona rawan dan tidak rawan banjir. Jalur evakuasi dirancang dengan mempertimbangkan aksesibilitas jalan dan kedekatan dengan permukiman warga.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 102 Tahun 2026 melakukan penandaan titik kumpul evakuasi bencana di Desa Gesikan guna mendukung sistem evakuasi masyarakat saat terjadi bencana (06/02/2026).

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Gesikan dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Warga turut memberikan informasi terkait kondisi lingkungan dan akses jalan yang sering digunakan, sehingga peta yang dihasilkan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Hasil pemetaan kebencanaan ini kemudian diserahkan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan sebagai media edukasi kebencanaan, bahan sosialisasi kepada masyarakat, serta referensi dalam perencanaan penanggulangan bencana desa. Mahasiswa KKN berharap keberadaan peta ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat Desa Gesikan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan banjir.

Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net