Berita  

UMY Gelar Khitan Modern Laser Dioda, Edukasi Pentingnya Sunat bagi Kesehatan Anak

Avatar photo

Penulis: Hendra Setyawan¹, Hafni Zuchra Noor², Fadli Robby Amsriza³
¹ Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
² Spesialis Bedah Anak, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
³ Spesialis Bedah Umum, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta


NASIONALISME.NET, Yogyakarta — Sunat bukan sekadar tradisi dan tuntunan agama. Di balik prosedur sederhana tersebut tersimpan manfaat kesehatan yang besar, mulai dari menjaga kebersihan organ reproduksi, mencegah berbagai penyakit, hingga meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

Kesehatan merupakan investasi yang nilainya tidak dapat diukur hanya dengan angka. Di tengah perkembangan ilmu kedokteran yang semakin maju, berbagai upaya promotif dan preventif terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu tindakan kesehatan yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan tetap relevan hingga saat ini adalah sunat atau sirkumsisi.

Pada tanggal 20 Juni 2026, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Lazismu, Rumah Sakit AMC, Tim Spesialis Bedah, Tim Spesialis Bedah Anak, Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah, serta Tim Kesehatan AMC menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Khitan Modern dengan Teknologi Laser Dioda.

Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Fadli Robby Amsriza, MMR., Sp.B., FICS selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dan dr. Hafni Zuchra Noor, MM., Sp.BA., FICS selaku Dokter Spesialis Bedah Anak, bersama tim PPDS Bedah dan tenaga kesehatan AMC. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya sunat bagi kesehatan reproduksi dan kualitas hidup anak di masa depan.

Bagi sebagian orang, sunat mungkin hanya dipandang sebagai tradisi atau bagian dari ajaran agama. Namun, perkembangan ilmu kedokteran menunjukkan bahwa manfaat sunat jauh melampaui nilai budaya dan spiritual. Sunat merupakan salah satu tindakan preventif yang memiliki dampak kesehatan jangka panjang dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup seseorang.

Sunat: Tradisi yang Bertahan Ribuan Tahun

Sirkumsisi atau sunat merupakan salah satu prosedur bedah tertua dalam sejarah peradaban manusia. Bukti-bukti arkeologis menunjukkan bahwa praktik ini telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu oleh berbagai bangsa di dunia.

Di Indonesia, sunat memiliki makna yang sangat kuat. Selain dilandasi oleh keyakinan agama, sunat juga dipandang sebagai simbol kedewasaan, kebersihan, dan tanggung jawab.

Bagi sebagian besar masyarakat, seorang anak laki-laki yang telah disunat dianggap memasuki fase baru dalam kehidupannya. Tidak heran apabila momen sunat sering kali dirayakan secara khusus dan menjadi bagian dari tradisi keluarga.

Namun di era modern, pemahaman mengenai sunat tidak lagi hanya didasarkan pada nilai budaya dan agama semata. Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa sirkumsisi memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Apa Itu Sunat?

Sunat atau sirkumsisi adalah tindakan pembedahan minor berupa pengangkatan sebagian atau seluruh kulit penutup kepala penis (preputium) sehingga glans penis terbuka secara permanen.

Prosedur ini termasuk tindakan bedah minor dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi dan angka komplikasi yang rendah apabila dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten serta sesuai standar medis.

Seiring perkembangan teknologi kedokteran, metode sirkumsisi saat ini semakin modern, aman, dan nyaman. Salah satu metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di UMY adalah khitan modern dengan teknologi laser dioda, yang menawarkan tindakan lebih presisi, perdarahan minimal, dan proses penyembuhan yang lebih nyaman.

Mengapa Sunat Penting?

Pertanyaan mengenai pentingnya sunat masih sering muncul di masyarakat. Sebagian orang menganggap bahwa sunat hanya dilakukan karena alasan agama atau budaya. Padahal, dari sudut pandang medis, manfaat sunat telah dibuktikan oleh berbagai penelitian di dunia.

1. Menjaga Kebersihan Organ Reproduksi

Kulit preputium pada penis yang tidak disunat dapat menjadi tempat berkumpulnya smegma, yaitu campuran sel kulit mati, minyak, dan kotoran. Apabila kebersihan tidak dijaga dengan baik, smegma dapat menjadi media pertumbuhan bakteri dan menyebabkan peradangan maupun infeksi.

Dengan dilakukan sunat, kebersihan organ reproduksi menjadi lebih mudah dijaga.

Kebersihan yang baik akan memberikan manfaat kesehatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup seseorang.

2. Menurunkan Risiko Infeksi Saluran Kemih

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki yang telah disunat memiliki risiko lebih rendah mengalami infeksi saluran kemih dibandingkan dengan anak yang tidak disunat. Infeksi saluran kemih pada anak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan. Pada beberapa kasus, infeksi yang berulang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan mengganggu tumbuh kembang anak.

Karena itu, sunat dapat dipandang sebagai salah satu langkah preventif dalam menjaga kesehatan saluran kemih.

3. Mencegah Fimosis

Fimosis adalah kondisi ketika kulit penis tidak dapat ditarik ke belakang sehingga kepala penis tidak dapat terekspos dengan baik. Pada beberapa anak, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Kesulitan berkemih,
  • Nyeri,
  • Peradangan,
  • Infeksi berulang,
  • Gangguan kebersihan.

Sirkumsisi merupakan terapi definitif bagi banyak kasus fimosis. Melalui sunat, berbagai komplikasi yang mungkin muncul akibat fimosis dapat dicegah.

4. Mencegah Parafimosis

Parafimosis merupakan keadaan ketika kulit penis yang telah ditarik ke belakang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula sehingga menyebabkan pembengkakan dan gangguan aliran darah. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan urologi yang memerlukan penanganan segera. Sunat menjadi salah satu tindakan yang efektif dalam mencegah terjadinya parafimosis.

5. Menurunkan Risiko Peradangan pada Penis

Balanitis dan balanopostitis merupakan peradangan pada kepala penis dan kulit di sekitarnya.

Penyakit ini dapat menyebabkan:

  • Nyeri,
  • Kemerahan,
  • Pembengkakan,
  • Keluarnya cairan,
  • Gangguan aktivitas.

Sirkumsisi terbukti dapat mengurangi risiko terjadinya peradangan tersebut.

6. Mengurangi Risiko Penyakit Menular Seksual

Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa laki-laki yang disunat memiliki risiko lebih rendah terkena beberapa penyakit menular seksual tertentu.

Sirkumsisi diketahui dapat membantu menurunkan risiko:

  • Human Immunodeficiency Virus (HIV),
  • Human Papilloma Virus (HPV),
  • Herpes Simpleks,
  • beberapa infeksi menular seksual lainnya.

Meskipun demikian, sunat bukan satu-satunya upaya pencegahan penyakit menular seksual dan harus diimbangi dengan perilaku hidup sehat.

7. Menurunkan Risiko Kanker Penis

Kanker penis merupakan penyakit yang jarang ditemukan, tetapi dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup penderitanya.

Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang disunat pada masa kanak-kanak memiliki risiko lebih rendah mengalami kanker penis.

Hal ini diduga berkaitan dengan kebersihan genital yang lebih baik dan berkurangnya infeksi kronis.

Manfaat bagi Kesehatan Perempuan

Manfaat sunat ternyata tidak hanya dirasakan oleh laki-laki. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pasangan perempuan dari laki-laki yang disunat memiliki risiko lebih rendah mengalami infeksi HPV dan beberapa penyakit pada leher rahim.

Hal ini menunjukkan bahwa sunat memberikan manfaat yang lebih luas terhadap kesehatan keluarga dan kesehatan reproduksi.

Kapan Waktu Terbaik untuk Sunat?

Pertanyaan ini sering diajukan oleh para orang tua. Secara medis, tidak ada batasan usia mutlak untuk melakukan sunat.

Namun, sirkumsisi dapat dilakukan sejak bayi, masa kanak-kanak, maupun pada usia dewasa sesuai indikasi dan kondisi pasien.

Di Indonesia, sebagian besar anak menjalani sunat pada usia sekolah dasar. Yang terpenting adalah tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan pada kondisi kesehatan anak yang baik.

Menghilangkan Ketakutan terhadap Sunat

Masih banyak anak yang merasa takut ketika mendengar kata “sunat”.

Rasa takut tersebut sebenarnya sangat wajar.

Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan pemahaman dan dukungan psikologis. Dengan teknik anestesi dan metode sirkumsisi modern saat ini, prosedur sunat dapat dilakukan dengan aman dan nyaman. Sebagian besar anak dapat kembali beraktivitas dalam waktu yang relatif singkat.

Sunat Massal sebagai Bentuk Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan bakti sosial sunat massal yang dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta (UMY) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan:

  • dr. Fadli Robby Amsriza, MMR., Sp.B., FICS sebagai Dokter Spesialis Bedah Umum;
  • dr. Hafni Zuchra Noor, MM., Sp.BA., FICS sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak;
  • Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah;
  • Tim Kesehatan AMC;
  • Lazismu;
  • Serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan:

  1. Meningkatkan akses pelayanan kesehatan;
  2. Membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi;
  3. Meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi;
  4. menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat;
  5. Memberikan pelayanan sirkumsisi yang aman dan berkualitas.

Ketika Pengabdian Menjadi Investasi Kesehatan Bangsa

Bagi tenaga kesehatan, sunat massal bukan sekadar kegiatan sosial. Setiap anak yang datang memiliki cerita dan harapan yang berbeda. Ada orang tua yang telah bertahun-tahun menabung untuk menyunatkan anaknya. Ada pula yang terpaksa menunda karena keterbatasan ekonomi. Melalui kegiatan seperti ini, pelayanan kesehatan hadir secara nyata di tengah masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat sesungguhnya adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan bangsa. Anak-anak yang mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat pada masa mendatang.

Menjaga Tradisi, Menjaga Kesehatan

Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi sunat tetap relevan hingga saat ini. Sunat mengajarkan pentingnya kebersihan, kesehatan, dan kepedulian terhadap diri sendiri. Ilmu kedokteran modern pun membuktikan bahwa tradisi ini memiliki manfaat kesehatan yang besar. Karena itu, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya sunat merupakan bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat.

Penutup

Sunat bukan hanya ritual budaya atau kewajiban agama. Sunat adalah investasi kesehatan yang manfaatnya dapat dirasakan sepanjang hidup.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa Khitan Modern dengan Teknologi Laser Dioda yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 20 Juni 2026, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan kesehatan yang aman dan berkualitas, tetapi juga memperoleh pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Kolaborasi antara dr. Fadli Robby Amsriza, MMR., Sp.B., FICS, dr. Hafni Zuchra Noor, MM., Sp.BA., FICS, tim PPDS Bedah FKIK UMY, Tim Kesehatan AMC, dan Lazismu menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengabdian masyarakat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kesehatan masyarakat dibangun melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan penuh kepedulian. Dan di antara langkah-langkah tersebut, sunat menjadi salah satu ikhtiar kecil yang membawa manfaat besar bagi masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

Daftar Pustaka

  1. American Academy of Pediatrics Task Force on Circumcision. Male circumcision.
  2. World Health Organization. Manual for Male Circumcision Under Local Anaesthesia. Geneva: World Health Organization; 2009.
  3. Bailey RC, Moses S, Parker CB, Agot K, Maclean I, Krieger JN, et al. Male circumcision for HIV prevention in young men in Kisumu, Kenya: a randomised controlled trial. Lancet.
  4. Tobian AAR, Gray RH. The medical benefits of male circumcision.
  5. Singh-Grewal D, Macdessi J, Craig J. Circumcision for the prevention of urinary tract infection in boys: a systematic review of randomised trials and observational studies. Arch Dis Child.
Editor: Hafizh Abqori, Tim NASIONALISME.net